Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Flores, Sejumlah Bangunan dan Infrastruktur Dilaporkan Rusak
Oplus_131072
FLORES, NTT — Gempa bumi dengan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Guncangan kuat dilaporkan terasa di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan serta infrastruktur.
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan hingga fasilitas publik lainnya.
Laporan sementara dari sejumlah daerah menyebutkan kerusakan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Labuan Bajo, Ruteng, Borong, Mbay, Maumere dan sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Di Maumere dan Mbay, yang berada di pesisir utara Flores, selain bangunan warga, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah infrastruktur jalan. Salah satu fasilitas pelabuhan di Maumere juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Sementara di Ruteng, Kabupaten Manggarai, sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Di antaranya gedung Kampus Universitas Katolik St. Paulus, RSUD Ben Mboi, Bank NTT serta Kantor Bupati Manggarai.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai jumlah kerusakan maupun korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh pihak berwenang. Belum terdapat informasi terverifikasi mengenai adanya korban jiwa akibat gempa tersebut.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga dilaporkan menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Flores.
Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, tidak berada di sekitar bangunan yang berpotensi roboh, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Tim gabungan di daerah terdampak terus melakukan pemantauan dan pendataan kondisi di lapangan. Perkembangan mengenai kerusakan, korban, maupun kondisi infrastruktur akan disampaikan setelah memperoleh informasi resmi dan terverifikasi.