Pemuda NTB–NTT Dorong Transformasi Lahan Kering Menjadi Kawasan Produktif
NTB/NTT — Gerakan pemberdayaan pemuda dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan arah baru dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah mentransformasi lahan kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi kawasan produktif dan bernilai ekonomi.
Inisiatif tersebut diinisiasi oleh Kiky Yudha Ismunar, yang juga merupakan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur. Gagasan ini menempatkan pemuda sebagai salah satu kekuatan utama dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Transformasi lahan kering tidak hanya terfokus pada aspek pemanfaatan lahan, namun juga pada pengembangan ekosistem ekonomi yang melibatkan generasi muda. Lahan yang sebelumnya kurang produktif diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian, peternakan, perkebunan, serta kegiatan ekonomi produktif lainnya sesuai dengan karakteristik wilayah.
Gerakan tersebut dinilai memiliki arti strategis bagi NTB dan NTT yang memiliki wilayah cukup luas dengan karakter geografis dan iklim yang menantang. Dengan pendekatan berbasis inovasi, teknologi, pendampingan dan pemberdayaan kapasitas masyarakat, lahan kering dapat menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Keterlibatan pemuda menjadi salah satu kunci penting. Generasi muda tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam perencanaan, pengelolaan, pemasaran dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Kiky Yudha Ismunar mendorong agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi berkembang menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah NTB dan NTT.
Melalui kolaborasi antara pemuda, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi dan berbagai pihak lainnya, transformasi lahan kering diharapkan mampu melahirkan pusat-pusat ekonomi baru di tingkat lokal.
Gerakan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap lahan kering. Jika dikelola dengan perencanaan yang tepat, lahan yang selama ini dianggap sebagai keterbatasan dapat diubah menjadi aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
Pemberdayaan pemuda dan optimalisasi lahan menjadi dua kekuatan yang diharapkan mampu mendorong NTB dan NTT menuju pembangunan ekonomi daerah yang lebih mandiri, produktif dan berkelanjutan.